Sejarah Karis Linkin Park Dari 1996

linkin park

Sejarah Karis Linkin Park Dari 1996 – Linkin Park merupakan tim nada rock yang berawal dari Agoura Hills, California, Amerika Sindikat. Dikala ini band ini digawangi Mike Shinoda berlaku seperti vokalis atau multi- instrumentalis, Brad Delson selaku gitaris, Dave Farrell selaku bassis, Joe Hahn selaku DJ atau pemrogram, serta Rob Bourdon selaku drummer, yang ialah penggagas band itu. Mantan badan band ini merupakan Chester Bennington serta Mark Wakefield selaku vokalis penting dan bassis Kyle Christner. Selaku tim nada rock pengganti, Linkin Park sudah bereksperimen dalam musiknya dan memasukkan jenis heavy logam, hard rock, hip hop, pop, serta electronica.

Sejarah Karis Linkin Park Dari 1996

linkin park
azcentral.com

votefortheworst – Berdiri semenjak 1996, tim nada ini menggapai kemasyhuran internasionalnya dengan album sanggar debutnya, Hybrid Theory( 2000), yang mendapatkan sertifikasi Diamond oleh RIAA. Album kedua Meteora( 2003), melanjutkan kesukesan band ini, memuncaki Billboard 200, serta diiringi rekreasi konser yang membengkak dan konser kebaikan. Sehabis menaruh nu logam serta rap logam yang kian ramah radio, band ini bereksperimen dengan jenis lain di album ketiga mereka, Minutes to Midnight( 2007), yang pula memuncaki Billboard 200.

Baca juga : Perjalanan Karir BoyBand BTS

Linkin Park pula sudah mempelajari jenis yang lebih besar lewat rilisnya album sanggar keempatnya, A Thousand Suns( 2010), yang banyak memasukkan nada elektronik. Album kelimanya, Living Things( 2012), mencampurkan semua bagian dari rekaman tadinya. Album keenam mereka, The Hunting Party( 2014), kembali ke suara rock yang lebih keras, serta album ketujuh mereka, One More Light( 2017), rekamannya kembali elektronik serta banyak mengangkat faktor pop.

Linkin Park merupakan salah satu band dengan pemasaran terlaris pada era ke- 21 serta bintang film nada terlaris di bumi, sehabis menjual lebih dari 70 juta potong album di semua bumi. Band ini memenangkan 2 Grammy Awards, 6 American Music Awards, 4 MTV Film Music Awards serta 3 World Music Awards. Pada tahun 2003, MTV2 menulis Linkin Park selaku band terbanyak keenam dalam film nada masa itu serta terbaik ketiga sejauh milenium terkini. Billboard melantik Linkin Park pada posisi ke- 19 pada catatan Bintang film Terbaik Dasawarsa Ini. Pada 2012, band ini tersaring selaku bintang film terbanyak tahun 2000- an dalam telaah opini Bracket Madness di VH1. Pada tahun 2014, band ini diklaim selaku” Band Rock Terbanyak di Bumi Dikala Ini” oleh Kerrang!.

Band ini hampa sehabis Bennington gantung diri pada bulan Juli 2017. Pada 28 April 2020, bassis Dave Farrell mengatakan kalau Linkin Park mulai melakukan nada terkini.

1996–2000: Tahun- tahun awal: Tim nada ini dibangun oleh Mike Shinoda, Rob Bourdon, serta Brad Delson dikala bersandar di kursi SMA. Mereka berpelajaran di Agoura Hills School, di Agoura Hills, negeri bagian California, suatu area pinggiran Los Angeles, Sehabis lolos, mereka berkarier sungguh- sungguh di nada, merekrut Joe Hahn, Dave” Phoenix” Farrell, serta Mark Wakefield buat membuat band yang setelah itu bernama Xero. Walaupun pangkal dayanya terbatas, band ini merekam serta memproduksi lagu- lagu di sanggar individu Shinoda pada tahun 1996, serta mengeluarkan kaset demo yang diberi kepala karangan Xero. Frustrasi serta tekanan pikiran timbul di antara mereka kala mereka tidak menemukan kontrak rekaman. Kekalahan ini menimbulkan Wakefield, berlaku seperti vokalis band, pergi buat mencari cetak biru lain. Farrell pula meninggalkan band buat rekreasi bersama Tasty Snax, band berajaran punk serta ska rohani.

Baca juga : Cardi B dan Megan Thee Stallion Mampu Meriahkan Acara Grammy Awards 2021

Sehabis lama mencari pengganti Wakefield, mereka merekrut Chester Bennington atas saran Jeff Blue, delegasi ketua Zomba Music pada Maret 1999. Bennington, mantan badan band post- grunge Grey Daze, yang diunggulkan sebab gairah style bernyanyinya yang baik. Band ini akur mengubah namanya jadi Hybrid Theory; ikatan yang bagus antara Shinoda serta Bennington sanggup menghidupkan kembali band, serta memotivasi mereka buat melakukan modul terkini. Pada tahun 1999 band ini mengeluarkan suatu EP swajudulnya, yang diedarkan di forum- forum internet.

Namun sekali lagi, mereka wajib berjuang buat memperoleh kontrak rekaman. Apalagi mereka memohon Jeff Blue sehabis ditolak oleh label- label rekaman besar. Sehabis 3 kali kandas kontrak dengan Warner Bros. Records, Blue, yang nanti jadi delegasi ketua Warner Bros. Records, kesimpulannya mau menolong menghaluskan jalur mereka. Hendak namun, pihak merek memohon penukaran julukan band buat menjauhi samar dengan band bernama Hybrid. Band ini mengubah namanya jadi Linkin Park, plesetan dari Lincoln Park di Santa Monica, saat ini bernama Christine Emerson Reed Park. Buat mendapatkan daerah internet” linkinpark. com”, mereka mengubah tutur” Lincoln” jadi” Linkin”. Kesimpulannya Farrell kembali ke band pada tahun 2000, serta band ini menggebrak bumi dengan albumnya, Hybrid Theory, pada tahun yang serupa.

2000–2002: Hybrid Theory serta Reanimation: Linkin Park mengeluarkan album bertajuk Hybrid Theory pada 24 Oktober 2000. Album, yang sudah menggantikan ekspedisi hidup band ini sepanjang separuh dasawarsa, diproduseri oleh Don Gilmore. Album ini berhasil, terjual 4, 8 juta kopi sejauh tahun debutnya, dan diresmikan selaku album terlaris tahun 2001, serta singel semacam” Crawling” serta” One Step Closer” jadi lagu harus dalam dalam catatan putar radio rock pengganti sepanjang tahun itu. Tidak hanya itu, singel- singel yang lain pula diperdengarkan dalam film semacam Dracula 2000, Little Nicky, serta Valentine. Hybrid Theory mendapatkan Performa Hard Rock Terbaik Grammy Award buat” Crawling” serta jadi pencalonan dalam 2 apresiasi Grammy Awards yang lain: Bintang film Pendatang Terkini Terbaik serta Album Rock Terbaik. MTV menganugerahkan Film Rock Terbaik serta Penyutradaraan Terbaik buat lagu” In the End”. Dengan memenangkan Performa Hard Rock Terbaik Grammy, Hybrid Theory sudah melontarkan band ini mengarah keberhasilan arus penting.

Dikala itu Linkin Park menyambut banyak sekali ajakan buat memuat konser semacam Ozzfest, Family Values Tour, serta KROQ Almost Acoustic Christmas. Band ini bertugas serupa dengan Jessica Sklar mendirikan golongan penggemar sah mereka,” Linkin Park Underground”, pada November 2001. Linkin Park pula menyelenggarakan rekreasi sendiri, Projekt Revolution, yang menunjukkan bintang film populer yang lain semacam Cypress Hill, Adema, serta Snoop Dogg. Sepanjang kurun durasi satu tahun, Linkin Park sudah tampak di lebih dari 320 konser. Pengalaman- pengalaman mereka dikala konser juga didokumentasikan dalam DVD awal mereka, Frat Party at the Pankake Pergelaran, yang debut November 2001. Dengan kembalinya Phoenix ke band, Linkin Park mulai menggarap remix, diberi kepala karangan Reanimation, yang muat karya- karya dari Hybrid Theory serta jalan non- album. Reanimation membuka debutnya pada 30 Juli 2002, menunjukkan Black Thought, Jonathan Davis, Aaron Lewis, serta sedang banyak lagi. Reanimation menggapai posisi kedua di Billboard 200, dan terjual nyaris 270. 000 kopi sepanjang minggu- minggu debutnya. Hybrid Theory pula masuk dalam Maksimum 100 Album RIAA.

2002–2004: Meteora: Sehabis rilisnya Hybrid Theory serta Reanimation, tim nada ini menghabiskan waktunya buat rekreasi kisaran Amerika Sindikat. Di tengah- tengah kejenuhan, anggotanya menyudahi menggarap modul terkini dengan menghabiskan beberapa besar durasi senggang mereka di sanggar dalam bis pariwisata individu mereka. Band ini sah memublikasikan penciptaan album sanggar terkini pada bulan Desember 2002, yang namanya termotivasi pegunungan batu Meteora di Yunani yang dibentuk di atasnya kuil- kuil. Meteora menggabungkan nu logam serta rap logam dengan inovasi terkini, semacam pemakaian shakuhachi( seruling bambu Jepang) serta perlengkapan nada yang lain. Album sanggar kedua Linkin Park menggapai debutnya bertepatan pada 25 Maret 2003 serta langsung mendiami posisi pucuk di semua bumi, menggapai posisi awal di AS serta Britania Raya, serta ke- 2 di Australia.

Meteora sudah terjual 800. 000 kopi sepanjang minggu awal, serta masuk dalam album dengan pemasaran terbaik di tangga lagu Billboard pada dikala itu. Singel dari album ini, semacam” Somewhere I Belong”,” Breaking the Habit”,” Faint”, serta” Numb”, menemukan atensi di radio yang penting. Pada Oktober 2003, Meteora terjual nyaris 3 juta kopi.

Kesuksesan album ini membuat Linkin Park mengadakan Projekt Revolution lagi, yang menunjukkan band serta bintang film lain tercantum Mudvayne, Blindside, serta Xzibit. Apalagi, Metallica mengundang Linkin Park buat main di Summer Sanitarium Tour 2003, yang melingkupi bermacam band- band nu logam lain semacam Limp Bizkit, Mudvayne serta Deftones. Band ini mengeluarkan album serta DVD, bertajuk Live in Texas, yang menunjukkan beberapa jalan audio serta film dari performa band di Texas. Pada dini 2004, Linkin Park mengawali rekreasi bumi bertajuk Meteora World Tour. Band- band pendukungnya antara lain Hoobastank, POD, Story of the Year, serta Pia.

Meteora sudah mendapatkan banyak apresiasi serta ciri martabat. Band ini mencapai apresiasi Film Rock Terbaik MTV buat” Somewhere I Belong” dan Opsi Penonton buat” Breaking the Habit”. Linkin Park pula menyambut pengakuan yang berarti dalam Radio Music Awards 2004, sebab mendapatkan apresiasi Bintang film Tahun Ini serta Lagu Tahun Ini(” Numb”).

Walaupun Meteora tidak sesukses Hybrid Theory, album ini jadi album terlaris ketiga di Amerika Sindikat sepanjang tahun 2003. Band ini sudah menghabiskan bulan- bulan dini 2004 buat mengadakan rekreasi di semua bumi, awal merupakan Projekt Revolution ketiga, serta setelah itu beberapa konser di Eropa. Sepanjang masa- masa ini, ikatan band dengan Warner Bros. Records lalu memburuk sebab sebagian permasalahan finansial serta keyakinan. Sehabis berbulan- bulan bentrok, band ini kesimpulannya menghasilkan perjanjian terkini pada Desember 2005.

2004–2006: Cetak biru sambilan: Sehabis berhasil dengan Meteora, badan band ini mulai berkreasi di cetak biru sambilan. Bennington timbul di lagu DJ Lethal,” State of the Art” dan jadi vokalis supergrup Dead by Sunrise, sedangkan Shinoda bekerja sama dengan Depeche Bentuk. Pada tahun 2004, band ini bekerja sama dengan Jay- Z buat memproduksi album remix bertajuk Collision Course. Album, yang mengombinasikan unsur- unsur melirik serta nada dari album tadinya dari kedua bintang film itu, menggapai debut pada November 2004. Shinoda pula membuat Fort Minor selaku cetak biru sambilan. Atas dorongan Jay- Z, Fort Minor mengeluarkan album debut mereka, The Rising Tied, menggapai aplaus kritis.

Linkin Park ikut menggalang anggaran berbentuk duit kas buat korban musibah Angin besar Charley pada 2004 serta Angin besar Katrina pada 2005 Band ini menggalang anggaran sebesar$75. 000 pada Special Operations Warrior Foundation pada Maret 2004. Band ini pula ikut membagikan dorongan serta bantuan untuk korban tsunami Samudra Hindia 2004 dengan melangsungkan konser kebaikan dan penggalangan anggaran yang diucap Music for Relief. Yang lebih berarti lagi, band ini pula tampak Live 8, serangkaian konser kebaikan yang diadakan buat tingkatkan pemahaman garis besar. Bersama Jay- Z, band ini tampak sepanggung di Live 8 di Philadelphia, Pennsylvania, disaksikan oleh pemirsa semua bumi. Band ini pula sepanggung dengan Jay- Z pada Kegiatan Penganugerahan Grammy 2006, kala mereka menunjukkan lagu bertajuk” Numb atau Encore”, dikala lagu ini memanangkan Kerja sama Rap atau Bersenandung Terbaik, Mereka berasosiasi bersama dengan Paul McCartney yang meningkatkan verse lagu” Yesterday”. Mereka pula konser di Summer Sonic 2006, yang dipimpin oleh Metallica di Jepang.

2006–2008: Minutes to Midnight: Linkin Park kesimpulannya kembali ke sanggar rekaman pada tahun 2006 buat melakukan modul terkini. Band ini menunjuk Rick Rubin selaku produser. Walaupun rencananya album ini debut 2006, album ini ditunda rilisannya sampai 2007. Apalagi mereka sudah merekam 30 sampai 50 lagu pada Agustus 2006, kala Shinoda melaporkan kalau albumnya separuh berakhir. Bennington meningkatkan kalau album ini hendak menyimpang dari 2 album tadinya Pihak Warner Bros. Records memublikasikan kalau album terkini ini hendak bertajuk Minutes to Midnight serta diluncurkan pada 15 Mei 2007 di Amerika Sindikat. Sehabis menghabiskan 14 bulan menggarap album, badan band memilah memotong 5 lagu dari 17 lagu asli. Kepala karangan album yang merujuk pada Jam Akhir zaman, ikut meramalkan tema melirik lagu yang terkini. Minutes to Midnight terjual lebih dari 625. 000 kopi dalam minggu awal, menjadikannya salah satu debut mingguan tersukses dalam sebagian tahun terakhir. Album ini pula menaiki posisi paling atas di tangga lagu Billboard.

Singel pertamanya,” What Ive Done”, diluncurkan pada 2 April, serta tayang kesatu di MTV serta Fuse dalam minggu yang serupa. Single ini mendapatkan aplaus dari para pemirsa, jadi lagu dengan tingkatan paling atas di tangga nada Modern Rock Tracks serta Mainstream Rock Tracks oleh Billboard. Lagu ini pula dipakai selaku rute suara buat film 2007, Transformers. Mike Shinoda pula tampak di lagu Styles of Beyond,” Second to None”, yang pula ialah rute suara film itu. Setelah itu pada tahun itu, band ini memenangkan” Bintang film Pengganti Terfavorit” di American Music Awards. Sisa singel album ini,” Bleed It Out”,” Shadow of the Day”,” Given Up”, serta” Leave Out All the Rest”, ikut berhasil serta diluncurkan sejauh 2007 serta dini 2008. Band ini pula bekerja sama dengan Busta Rhymes dalam singelnya” We Made It”, yang diluncurkan pada bertepatan pada 29 April.

Band ini menghelat rekreasi besar bertajuk” Minutes to Midnight World Tour”. Band ini menaikkan album ini dengan mengadakan Projekt Revolution keempat mereka di Amerika Sindikat yang memperkenalkan bintang film lain semacam My Chemical Romance, Taking Back Sunday, HIM, Placebo, serta sedang banyak lagi. Mereka pula tampak di Eropa, Asia, serta Australia tercantum gelaran Live Earth Japan pada 7 Juli 2007, dan jadi headliner di Donington Park, Inggris serta Edgefest di Downsview Park, Toronto, Ontario, Kanada. Band ini menuntaskan sisa rekreasi Projekt Revolution keempat saat sebelum mengadakan rekreasi stadion di dekat Inggris, mendatangi Nottingham, Sheffield serta Manchester, saat sebelum mengadakan konser sepanjang 2 malam di O2 Arena di London. Bennington melaporkan kalau Linkin Park hendak mengeluarkan album lagi sehabis Minutes to Midnight. Tetapi, beliau melaporkan band ini hendak mengawali rekreasi di Amerika Sindikat buat mengakulasi gagasan album. Linkin Park mengawali rekreasi Projekt Revolution yang lain pada tahun 2008. Ini merupakan awal kalinya rekreasi Projekt Revolution diadakan di Eropa dengan 3 pementasan di Jerman serta satu di Inggris. Rekreasi Projekt Revolution pula diadakan di Amerika Sindikat yang menunjukkan Chris Cornell, The Bravery, Ashes Divide, Street Drum Corps, serta sedang banyak lagi. Linkin Park menyelesaikan rekreasi dengan konser terakhir di Texas. Mike Shinoda memublikasikan kalau album live mereka, Road to Revolution: Live at Milton Keynes, yang ialah rekaman film langsung dari pementasan Projekt Revolution di Milton Keynes Bowl pada 29 Juni 2008, sah diluncurkan pada 24 November 2008.

Author: votewf