Sejarah Perjalanan Karir Dream Theater

dream theater

Sejarah Perjalanan Karir Dream Theater – Dream Theater merupakan band progressive logam Amerika yang dibangun pada tahun 1985 dengan julukan Majesty oleh John Petrucci, John Myung serta Mike Portnoy dikala mereka berpelajaran di Berklee College of Music di Boston, Massachusetts. Mereka setelah itu pergi dari riset mereka supaya bisa lebih berkonsentrasi pada band yang kesimpulannya jadi Dream Theater. Meski sedikit pergantian lineup diiringi, 3 badan asli senantiasa bersama sampai 8 September 2010, kala Portnoy meninggalkan band serta ia digantikan sebagian bulan setelah itu oleh Mike Mangini. James LaBrie sudah jadi biduan penting Dream Theater semenjak 1991, mengambil alih Charlie Dominici yang sudah meninggalkan band 2 tahun tadinya. Kibordis awal Dream Theater, Kevin Moore, meninggalkan band sehabis 3 album serta digantikan oleh Belok Sherinian pada 1995 sehabis era rekreasi. Sehabis satu album dengan Sherinian, band ini mengubahnya dengan kibordis dikala ini Jordan Rudess pada tahun 1999.

votefortheworst – Hingga dikala ini, Dream Theater sudah mengeluarkan 4 simpati album sanggar. Album awal mereka, When Dream and Day Unite, diluncurkan pada tahun 1989 serta ialah salah satunya rekaman yang menunjukkan Dominici pada bunyi. Rilisan terlaris band ini merupakan album kedua mereka Images and Words( 1992), yang menggapai Nomor. 61 di chart Billboard 200. Kedua album Awake( 1994) serta Six Degrees of Inner Turbulence( 2002) pula masuk tangga lagu di Nomor. 32 serta Nomor. 46, tiap- tiap, serta menyambut aplaus kritis. Album kelima mereka, Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory( 1999), mendiami tingkatan no 95 pada versi Oktober 2006 dari catatan 100 album gitar terbanyak sejauh era majalah Guitar World. Album ini dinobatkan selaku Album Rancangan Terbanyak ke- 15 pada Maret 2003 oleh Majalah Classic Rock.

Pada 2018, Dream Theater sudah menjual lebih dari 12 juta rekaman di semua bumi serta sudah menyambut 2 pencalonan Grammy Award. Bersama dengan Queensryche serta Fates Warning, band ini diucap selaku salah satu dari“ 3 besar” jenis logam liberal, yang bertanggung jawab atas kemajuan serta popularisasinya.

Sejarah Perjalanan Karir Dream Theater

dream theater
hangoutindo.com

Aturan( 1985–1987): Dream Theater dibangun di Massachusetts pada tahun 1985 kala gitaris John Petrucci, bassis John Myung, serta drummer Mike Portnoy menyudahi buat membuat suatu band dikala berpelajaran di Berklee College of Music. Trio ini mengawali dengan meng- cover lagu- lagu Rush serta Iron Maiden di ruang bimbingan di Berklee.

Myung, Petrucci, serta Portnoy berasosiasi bersama atas julukan Majesty buat tim yang terkini mereka wujud. Bagi film dokumenter The Score So Far…, mereka lagi mengantre buat memperoleh karcis konser Rush di Berklee Performance Center sembari mencermati band di boom box. Portnoy berpendapat kalau akhir dari lagu“ Bastille Day”( dari album Caress of Steel) terdengar“ mewah”. Setelah itu diputuskan kalau Majesty hendak jadi julukan band itu.

Baca juga : Keindahan Album Linkin Park Ke 4 Yang Berjudul A Thousand Suns

Ketiganya setelah itu pergi buat memuat posisi yang tertinggal di tim. Petrucci memohon kawan seband SMA- nya Kevin Moore buat memainkan keyboard. Sehabis ia menyambut posisi itu, sahabat lain dari rumah, Chris Collins, direkrut selaku vokalis penting sehabis badan band mengikuti ia menyanyikan lagu cover dari“ Queen of the Reich” oleh Queensryche. Sepanjang durasi ini, agenda Portnoy, Petrucci, serta Myung yang padat memforsir mereka buat meninggalkan riset mereka buat berkonsentrasi pada nada mereka, sebab mereka merasa tidak bisa berlatih lebih banyak di akademi besar. Moore pula meninggalkan kampusnya, SUNY Fredonia, buat berkonsentrasi di band.

Bulan- bulan dini tahun 1986 diisi dengan bermacam bertepatan pada konser di dalam serta dekat area New York City. Sepanjang ini, band ini merekam berkas demo yang berjudul The Majesty Demos. Pemasaran dini 1. 000 terjual dalam 6 bulan, serta kopian sulih suara dari kaset jadi terkenal dalam kancah logam liberal. The Majesty Demo sedang ada dalam bentuk kaset asli mereka hari ini, walaupun diluncurkan dengan cara sah dalam CD, lewat YtseJam Records kepunyaan Mike Portnoy.

Pada November 1986, sehabis sebagian bulan menulis serta tampak bersama, Chris Collins dihentikan. Sehabis satu tahun berupaya mencari penggantinya, Charlie Dominici, yang jauh lebih berumur serta lebih profesional dari siapa juga di band, sukses menjajaki audisi buat tim. Dengan kemantapan yang dibawa oleh penunjukan Dominici ke Majesty, mereka mulai tingkatkan jumlah hidangan yang dimainkan di alam New York City, memperoleh banyak eksposur.

Baca juga : Cerita Menarik Allman Brothers Band Pada Konser Tur 1989

Tidak lama sehabis merekrut Dominici, tim Las Vegas yang pula bernama Majesty mengecam hendak ditindak hukum atas pelanggaran kekayaan intelektual terpaut pemakaian julukan mereka, alhasil band itu terdesak mengadopsi moniker terkini. Bermacam mungkin diajukan serta dicoba, di antara lain Glasser, Magus, serta M1, yang seluruhnya ditolak, walaupun band ini berangkat selaku Glasser sepanjang dekat satu minggu, dengan respon kurang baik dari penggemar. Kesimpulannya, papa Portnoy menganjurkan julukan Dream Theater, julukan suatu pentas kecil di Monterey, California, serta julukan itu menempel.

When Dream and Day Unite( 1988–1990): Dengan julukan terkini serta kemantapan band, Dream Theater berkonsentrasi pada penyusunan lebih banyak modul sembari memainkan lebih banyak konser di New York serta di negeri bagian orang sebelah. Perihal ini kesimpulannya menarik atensi Mechanic Records, suatu bagian dari MCA. Dream Theater memaraf kontrak rekaman dini mereka dengan Mechanic pada 23 Juni 1988 dan mulai merekam album debut mereka. Band ini merekam album di Kajem Victory Studios di Gladwyne, Pennsylvania. Perekaman jalan dasar menginginkan durasi dekat 10 hari, serta semua album dituntaskan dalam durasi dekat 3 minggu.

When Dream and Day Unite diluncurkan pada tahun 1989 dengan kemeriahan yang jauh lebih sedikit dari yang diduga band. Ahli mesin kesimpulannya melanggar beberapa besar akad finansial yang mereka untuk buat Dream Theater saat sebelum memaraf kontrak mereka, jadi band dibatasi buat main di dekat New York City. Rekreasi advertensi buat album ini cuma terdiri dari 5 konser, yang segenap relatif lokal. Hidangan dini mereka ialah di Sundance di Bay Shore, New York, awal buat trio daya rock klasik Kuda belang.

Sesudah hidangan keempat, Charlie Dominici dibebastugaskan karena band mulai merasakan keterbatasan suaranya berasal pada gaya suara yang mereka ingin. Band ini mencari biduan dengan gaya yang lebih mendekati Bruce Dickinson atau Geoff Tate, dan penampilan panggung Dominici bukanlah yang mereka ingin berlaku seperti seorang frontman. Namun, tidak lama sehabis itu, band Marillion berharap Dream Theater untuk membuka konser mereka di Ritz di New York, jadi Dominici diberi kesempatan untuk nampak untuk terakhir kalinya. Membutuhkan 2 tahun lagi dikala saat sebelum Dream Theater memiliki vokalis pengganti.

Addition of James LaBrie and Images and Words( 1991–1993): Sehabis keberangkatan Dominici, Dream Theater berjuang dengan berhasil buat dibebaskan dari kontrak mereka dengan Mechanic, serta mulai mengaudisi biduan serta modul penyusunan buat album selanjutnya. Dalam pencarian mereka buat biduan terkini, mereka mengaudisi lebih dari 200 orang, di antara lain merupakan mantan vokalis Fates Warning, John Arch. John kesimpulannya menyudahi kalau komitmen pribadinya lebih berarti serta ia memilah buat tidak berasosiasi dengan band. Pada bertepatan pada 9 Juni 1990, di suatu pementasan di Sundance di Bay Shore, New York, Dream Theater memberitahukan Steve Stone selaku biduan terkini mereka sehabis main separuh set selaku band instrumental. Stone sudah sukses merekam demo dengan Dream Theater, namun ia dihentikan sehabis pementasan live tunggal yang bernasib kurang baik. Bagi Mike Portnoy, Stone beranjak di dekat pentas dengan metode yang kira- kira abnormal, kayaknya melaksanakan opini kurang baik kepada Bruce Dickinson. Tidak hanya itu, ia berteriak“ Berteriaklah untukku Long Beach!” sebagian kali sejauh pementasan( Dickinson terdengar berkata ini di album live Iron Maiden Live After Death), walaupun mereka sesungguhnya tampak di Bay Shore. Pemirsa juga langsung dimatikan oleh biduan terkini itu. Itu 5 bulan saat sebelum Dream Theater memainkan pementasan lain, kali ini seluruh instrumental( dengan julukan YtseJam). Sampai tahun 1991, band ini senantiasa fokus dalam usaha buat merekrut biduan lain serta menulis nada bonus. Sepanjang rentang waktu inilah mereka menulis beberapa besar dari apa yang hendak jadi Images and Words( 1992).

Pada Januari 1991, band ini menyambut rekaman demo dari Kevin James LaBrie, dari band glam logam Winter Rose. Band ini sudah menyambut rekaman itu saat sebelum mereka berkomitmen dengan biduan lain. Band amat terkesan dengan demonya alhasil ia diterbangkan dari Kanada ke New York buat audisi. LaBrie memainkan 3 lagu dengan band, dan cepat dipekerjakan untuk muat posisi vokalis. Sesudah direkrut, LaBrie mengakhiri untuk melenyapkan julukan depannya untuk menghindari kecurigaan dengan Kevin yang lain di band. Sejauh beberapa bulan berikutnya, band ini kembali memainkan pementasan live( mayoritas sedang di dekat NYC), sembari melakukan bagian bunyi buat nada yang ditulis saat sebelum mengakuisisi LaBrie. Belok Shulman serta Atco Records( saat ini East West), suatu bagian dari Elektra Records, memaraf kontrak 7 album Dream Theater bersumber pada demo 3 lagu( setelah itu ada selaku“ The Atco Demos” lewat klub penggemar Dream Theater).

Album awal yang direkam di dasar kontrak rekaman terkini mereka merupakan Images and Words( 1992). Buat advertensi, merek mengeluarkan CD Single serta penjepit film buat lagu“ Another Day”, namun tidak membuat akibat menguntungkan yang penting. Lagu“ Pull Me Under”, bagaimanapun, sukses mengakulasi pemancaran radio tingkatan besar tanpa advertensi terorganisir dari band ataupun merek mereka. Selaku asumsi, ATCO memproduksi penjepit film buat“ Pull Me Under”, yang diputar amat banyak di MTV. Penjepit film ketiga dibuat buat“ Take the Time”, namun tidak sesukses“ Pull Me Under”.

Kesuksesan“ Pull Me Under”, digabungkan dengan rekreasi tanpa henti di semua AS serta Jepang, menimbulkan Images and Words mencapai sertifikasi rekor kencana di Amerika Sindikat serta status platinum di Jepang. Suatu rekreasi Eropa diiringi pada tahun 1993, tercantum pementasan di Marquee Club yang populer di London. Pementasan itu direkam serta diluncurkan selaku Live at the Marquee, album live sah awal Dream Theater. Tidak hanya itu, kumpulan film dari konser Jepang mereka( dicampur dengan kutipan style dokumenter dari bagian rekreasi di luar pentas) diluncurkan selaku Images and Words: Live in Tokyo.

Awake and Kevin Moore’ s departure( 1994–1995): Mau melakukan modul terkini, Dream Theater mundur ke sanggar pada Mei 1994. Awake, album sanggar ketiga Dream Theater, diluncurkan pada 4 Oktober 1994 di tengah angin besar polemik penggemar. Sedetik saat sebelum album di- mixing, Moore sudah memublikasikan pada badan band yang lain kalau ia hendak pergi dari Dream Theater buat berkonsentrasi pada atensi musiknya sendiri, sebab ia tidak lagi terpikat pada rekreasi ataupun style nada yang diperlihatkan Dream Theater. Akhirnya, band wajib berjuang mencari keyboardist pengganti saat sebelum rekreasi dapat dipikirkan.

Mantan kibordis Yngwie Malmsteen atau Dio Jens Johansson, yang setelah itu jadi badan Stratovarius, tercantum di antara nama- nama besar yang menjajaki audisi, namun badan band amat mau memuat posisi itu dengan kibordis Jordan Rudess. Portnoy serta Petrucci sudah berjumpa Rudess di Keyboard Magazine, di mana ia diakui selaku“ bakat terkini terbaik” dalam telaah opini pembaca. Keduanya mengundangnya buat memainkan pementasan eksperimen dengan band di Concrete Foundations Forum di Burbank, California. Walaupun pementasan itu berhasil, serta Rudess dimohon buat memuat posisi kibordis dengan cara permanen, ia memilah buat rekreasi dengan The Dixie Dregs selaku gantinya, sebab itu memberinya lebih banyak independensi individu. Dream Theater memperkerjakan sesama alumni Berklee Belok Sherinian, yang tadinya melaksanakan rekreasi serta rekaman dengan Alice Cooper serta KISS, buat memuat Waking Up the World Tour. Pada akhir rekreasi, band menyudahi buat mengutip Sherinian selaku pengganti penuh durasi Moore.

A Change of Seasons, Falling into Infinity( 1995–1998): Sekali lagi menciptakan diri mereka dengan badan terkini, band ini tidak lekas mulai melakukan modul terkini. Penggemar di semua bumi, tercampur dalam Milis YtseJam( wujud komunikasi sangat terkenal antara penggemar Dream Theater pada dikala itu), mulai memencet band buat dengan cara sah mengeluarkan lagu“ A Change of Seasons”. Ini sudah ditulis pada tahun 1989 serta dimaksudkan buat jadi bagian dari Images and Words, namun nyaris 17 menit, itu dikira sangat lama buat penempatan sanggar. Tetapi begitu, itu sudah dicoba dengan cara live oleh band, yang lalu merevisinya di tahun- tahun menjelang 1995.

Petisi itu sukses, serta tim itu merambah BearTracks Studios di New York pada bulan Mei 1995 buat menulis balik serta merekam lagu yang saat ini bertempo 23 menit dengan Sherinian yang berkontribusi dengan cara penting pada produk akhir. Band ini mengeluarkan A Change of Seasons selaku EP bersama dengan koleksi lagu cover dari pementasan live yang direkam di Klub Jazz Ronnie Scott di London dini tahun itu.

Sehabis melaksanakan konser kecil serta rehat sejenak, band ini mengeluarkan CD spesial Natal lewat klub penggemar sah mereka, yang terdiri dari lagu- lagu live sangat jarang yang direkam sepanjang tahun- tahun dini band. Mereka lalu mengeluarkan CD terkini tiap Natal sampai 2005.

Sedangkan itu, terdapat sebagian pergantian di East West, serta kontak penting Dream Theater di dalam merek dihentikan. Akhirnya, regu terkini di industri itu tidak terbiasa dengan ikatan Dream Theater dengan mantan personel East West, serta mereka memencet mereka buat menulis album yang lebih gampang diakses. Pada medio 1997, mereka masuk sanggar buat menulis album selanjutnya. Tidak hanya memencet band buat mengadopsi suara yang lebih mainstream, East West merekrut pengarang atau produser Desmond Child buat bertugas dengan Petrucci dalam memoles melirik lagunya“ You or Me”. Semua band dengan cara kasar melakukan balik lagu itu, serta itu timbul di album selaku“ You Not Me” dengan chorus yang sedikit mendekati dengan aslinya. Child pula mempunyai akibat yang jelas pada album itu, dengan perpindahan ke aransemen yang tidak sangat kompleks serta lebih ramah radio.

Keberangkatan Belok Sherinian, akumulasi Jordan Rudess, serta Metropolis Pt. 2: Segmen dari Ingatan( 1999–2000): Pada tahun 1997, Mike Varney dari Magna Carta Records mengundang Portnoy buat membuat‘ supergrup’ liberal buat melakukan suatu album, yang hendak jadi yang awal dalam susunan jauh cetak biru sambilan buat badan Dream Theater. Aturan terdiri dari Portnoy pada drum, Petrucci pada gitar, Tony Levin pada bass, serta kibordis Jordan Rudess, yang berakhir dengan Dixie Dregs. Band ini mengutip julukan Liquid Tension Experiment, serta hendak berperan selaku alat di mana Portnoy serta Petrucci sekali lagi dapat mengajak Rudess buat berasosiasi dengan Dream Theater. Pada 1999, beliau menyambut ajuan buat jadi kibordis Dream Theater ketiga penuh durasi, mengambil alih Sherinian.

Dengan badan terkini yang lain, Dream Theater merambah BearTracks Sanggar sekali lagi buat menulis serta merekam album selanjutnya. Selaku hasil ancaman dari Portnoy, merek itu berikan band pengawasan inovatif penuh. Band ini mengawali dengan meninjau kembali perbuatan lanjut dari“ Metropolis– Part I”, yang beberapa ditulis sepanjang tahap Falling into Infinity namun belum dituntaskan ataupun dipakai di album itu. Mereka menyudahi buat meningkatkan lagu bertempo 21 menit itu jadi album rancangan komplit, dengan deskripsi sekitar tema- tema sejenis reinkarnasi, pembunuhan, dan pengkhianatan. Untuk menghindari mengaduk dasar kipas, selubung kerahasiaan yang rapat menyelimuti metode kategorisasi dan perekaman. Salah satunya perihal yang dikenal penggemar saat sebelum diluncurkan merupakan catatan lagu yang sudah bocor yang berlawanan dengan kemauan band, serta bertepatan pada luncurkan. Pada tahun 1999, Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory diluncurkan dengan aplaus kritis besar, dipuji selaku adikarya band, walaupun cuma menggapai Nomor. 73 di tangga album AS.

Album ini di- mix oleh David Bottrill, namun cuma sedikit dari campurannya yang sukses masuk ke album terakhir. Beberapa besar di- remix oleh Kevin Shirley, yang memproduksi Falling into Infinity. Kombinasi yang lain bisa didengar di bajakan sah band The Making of Scenes from a Memory.

Six Degrees of Inner Turbulence( 2001–2002): Meletakkan seluruh bujukan di balik mereka, Dream Theater sekali lagi menjalar BearTracks Studios untuk merekam album bengkel seni keenam mereka. 4 tahun sesudah mereka dini kali mengajukan petisi ke East West untuk memperbolehkan mereka menghasilkan album dua kali, mereka akhirnya menciptakan kesempatan dengan Six Degrees of Inner Turbulence. Disk dini terdiri dari 5 lagu dengan jauh 7- 13 menit, dan disk kedua dikhususkan segenap untuk lagu berarti bertempo 42 menit, yang hingga disaat ini tetap jadi lagu terpanjang yang ditulis oleh Dream Theater. Banyak dari melodi dan tema bunyi lagu itu berasal dari bagian instrumental, yang ditulis oleh Rudess, yang pada akhirnya jadi lagu” Overture”. Tema- tema itu sehabis itu diperluas oleh tubuh band yang lain untuk membuat bab- ayat perseorangan dalam sesuatu deskripsi yang komplit.

Six Degrees of Inner Turbulence didapat dengan amat baik oleh para kritikus dan pers. Itu ialah album Dream Theater yang amat banyak diterbitkan dari Awake, membuka debutnya di tangga lagu Billboard di No. 46 dan tangga lagu Billboard Internet di No. 1. Tamasya alam berikutnya tertera beberapa hidangan istimewa” balut album”( lihat bagian Lagu balut), di dasar), di mana mereka memainkan Pakar of Puppets dari Metallica dan The Number of the Beast dari Iron Maiden dengan metode keseluruhan.

Pada April 2020, Logam Addicts memberi tahu kalau Dream Theater diharapkan mulai melakukan album sanggar kelima simpati mereka pada tahun 2021. Mengenai arah album, gitaris John Petrucci melaporkan dalam tanya jawab Agustus 2020 dengan Ultimate Guitar:“ Cetak biru 8 senar dengan Ernie Ball Music Man merupakan suatu yang kita lagi kerjakan serta berambisi buat bertumbuh bersamaan berjalannya tahun ini. Aku berambisi kalau pada rekaman Dream Theater selanjutnya aku hendak bisa menjelajahinya. Pada bulan yang serupa, Petrucci berkata pada Logam Hammer Spanyol kalau band hendak mulai melakukan album terkini mereka pada masa gugur. Tahap rekaman diawali di DTHQ( sanggar kepunyaan band) pada Oktober 2020. Band ini dikonfirmasi pada 27 November 2020 buat menulis lagu, sedangkan LaBrie lagi menulis bagiannya kembali ke rumah di Kanada Kala ditanya dalam suatu tanya jawab, Petrucci berkata kalau tahap menulis“ diawali dengan dini yang bagus”.

Petrucci mengeluarkan album solo pertamanya dalam 5 simpati tahun, Halte Velocity, pada 28 Agustus 2020. Album itu direkam di DTHQ pada dini tahun yang serupa. Tahap rekamannya men catat awal kalinya dalam 10 tahun Petrucci bertugas dengan mantan kawan seband Dream Theater Mike Portnoy, yang main drum di seluruh lagu dari album. Kerja sama ini memunculkan pemikiran reuni Dream Theater dengan Portnoy, yang dibantah oleh Petrucci, yang berkata pada Logam Hammer:“ Aku paham dari mana banyak orang berawal dengan itu. Salah satu kebingungan yang aku punya, sedikit– tidak dengan cara nada serupa sekali– tetapi mengenai Mike, apakah aku tidak mau orang salah mengerti.

Pada 27 November 2020, Dream Theater mengeluarkan album live kesembilan mereka, Distant Memories– Live in London, direkam di Hammersmith Apollo saat sebelum endemi COVID- 19. Pada bertepatan pada 1 Desember 2020, band ini mengeluarkan single“ The Holiday Antusiasme Carries On”, medley lagu- lagu liburan yang dimainkan dengan style progressive logam, dengan cara khusus lewat Bandcamp. Judulnya merujuk pada lagu kesukaan penggemar“ The Antusiasme Carries On” dari Scenes from a Memory. Hasil pemasaran single itu profitabel kerabat kerja band. Pada 30 Januari 2021, Dream Theater melangsungkan kegiatan streaming spesial berjudul Images, Words& Beyond Live in Japan, suatu pancaran online konser dari rekreasi band tahun 2017, yang awal mulanya direkam buat tv Jepang.

Album Hasil Buatan Dari Dream Theater:

– Octavarium( 2005–2006)

– Systematic Chaos and Greatest Hit

( 2006–2008)

– Black Clouds& Silver Linings( 2008–2010)

– Mike Portnoy’ s departure and arrival of Mike Mangini( 2010–2011)

– A Dramatic Turn of Events( 2011–2012)

– Dream Theater( 2013–2014)

– The Astonishing and Images and Words anniversary tour( 2015–2017)

– Distance berlebihan Time and Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory anniversary tour( 2017–2019)

– Album sanggar kelima simpati yang hendak tiba( 2020- sekarang)

Author: votewf