Sosok Freddie Mercury Yang Tidak Tergantikan Di Band Rock Queen

Sosok Freddie Mercury Yang Tidak Tergantikan Di Band Rock Queen

Sosok Freddie Mercury Yang Tidak Tergantikan Di Band Rock Queen – Freddie Mercury merupakan seseorang penyanyi- penulis lagu serta produser rekaman serta vokalis penting dari band rock Queen berkebangsaan Inggris. Ia dikira selaku salah satu dari biduan terbaik dalam asal usul nada terkenal, serta diketahui atas karakter flamboyan di pentas serta capaian bunyi empat- oktafnya.

Sosok Freddie Mercury Yang Tidak Tergantikan Di Band Rock Queen

Sosok Freddie Mercury Yang Tidak Tergantikan Di Band Rock Queen
fajar.co.id

votefortheworst – Mercury lahir di Zanzibar dari orang berumur Parsi yang berawal dari India. Sehabis berkembang di Zanzibar serta setelah itu India, keluarganya alih ke Middlesex, Inggris, di akhir era remajanya. Ia membuat Queen pada tahun 1970 bersama gitaris Brian May serta drummer Roger Taylor. Mercury menulis banyak hit buat Queen, tercantum” Bohemian Rhapsody”,” Killer Queen”,” Somebody to Love”,” Dont Stop Me Now”,” Crazy Little Thing Called Love”, serta” We Are the Champions”. Ia pula bersolo karir disamping Queen, serta sering- kali jadi seseorang produser serta musisi pengunjung buat bintang film lain. Mercury tewas pada tahun 1991 pada umur 45 tahun sebab komplikasi dari AIDS, sehabis mengkonfirmasi satu hari saat sebelum kepergiannya kalau ia sudah terjangkit penyakit itu.

Baca juga : Freddie Mercury Tidak Dapat Tergantikan Menurut Adam Lambert

Selaku badan dari Queen, ia dimasukkan kedalam Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 2001, Songwriters Hall of Fame pada tahun 2003, serta UK Music Hall of Fame pada tahun 2004. Pada tahun 1992, satu tahun sehabis kepergiannya, Mercury dengan cara anumerta dianugerahi di Brit Award selaku Outstanding Contribution to British Music, serta suatu konser hidmat diadakan di Stadion Wembley, London. Pada tahun 2002, ia terletak di no 58 dalam telaah opini oleh BBC selaku 100 Greatest Britons. Mercury tersaring selaku biduan laki- laki terbaik sejauh era dalam suatu telaah opini tahun 2005 yang diadakan oleh Blender serta MTV2.

Mercury pula terletak di posisi 18 dalam catatan 100 biduan terbaik yang sempat terdapat oleh Rolling Stone pada tahun 2008; serta terletak di posisi kedua di catatan opsi pembaca Rolling Stone pada tahun 2011. Mercury ditafsirkan oleh AllMusic selaku” salah satu dari penampil rock terbaik sepanjang- masa,” dengan” salah satu suara terbaik dalam seluruh tipe nada.” Sehabis diluncurkan pada bulan November 2018, film memoar mengenai Mercury serta Queen, Bohemian Rhapsody, jadi film memoar nada terlaris sejauh era.

Mercury lahir dengan julukan Farrokh Bulsara di Stone Town di area Zanzibar yang tercantum kekuasaan Inggris pada bertepatan pada 5 September 1946. Orang tuanya, Bomi( 1908–2003) serta Jer( 1922–2016) Bulsara, ialah Parsi yang berawal dari area Gujarat yang pada dikala itu terletak di dasar kewenangan Presidensi Bombay di British India. Mereka alih kembali ke Zanzibar supaya Bomi dapat meneruskan pekerjaanya selaku kasa di Kantor Koloni Inggris. Mercury memiliki seseorang adik wanita bernama Kashmira. Mercury terlahir dengan 4 gigi seri, yang mana ia mengaitkan capaian vokalnya yang bertambah. Mercury terlahir selaku masyarakat negeri Inggris hingga kepergiannya.

Mercury menghabiskan beberapa besar era kecilnya di India serta mulai mengutip kategori piano di umur 7 tahun. Pada tahun 1954, di umur 8 tahun, Mercury dikirim buat berlatih ke St. Peters School, suatu sekolah mes anak pria bergaya- Inggris, di Panchgani dekat Bombay. Pada umur 12 tahun, ia membuat suatu band sekolah, the Hectics, serta mengcover artis- artis rock and roll semacam Cliff Richard serta Little Richard. Salah satu sahabat mantan band Mercury dari Hectics sempat mengatakan” salah satunya nada yang Mercury dengarkan, serta mainkan, merupakan nada pop Barat.” Seseorang sahabat di durasi ini mengenang kalau Mercury mempunyai” keahlian luar lazim buat mencermati radio serta memutar balik apa yang didengarnya di piano”. Pula di St. Peters Mercury memperkenalkan dirinya dengan nama Freddie Sebagai nama panggung . Ia pula merambah Mumbai St. Marys School. Pada bulan Februari 1963 ia alih kembali ke Zanzibar serta bermukim bersama orang tuanya kembali di suatu kondominium kecil.

Pada tahun 1964, Mercury serta keluarganya meninggalkan Zanzibar buat melarikan diri dari Revolusi Zanzibar, yang mana ribuan Orang Arab serta India dibunuh. Mereka alih ke suatu rumah kecil di 22 Gladstone Avenue, Feltham, Middlesex, Inggris. Sehabis awal mulanya berlatih seni di Isleworth Polytechnic di West London, Mercury setelah itu berlatih seni grafis serta konsep di Ealing Art College, lolos dengan akta pada tahun 1969. Ia setelah itu memakai keahlian ini buat mengonsep tangan heraldik buat bandnya Queen.

Sehabis kelulusan, Mercury berasosiasi bersama sebagian band serta menjual busana sisa di Kensington Market di London bersama pacarnya, Mary Austin. Ia pula bertugas selaku seseorang penangan muatan di Heathrow Airport. Sahabat di durasi ini mengingatnya selaku seseorang laki- laki belia yang pendiam serta pemalu dengan ketertarikan yang baik hendak nada. Pada tahun 1969 ia berasosiasi bersama band yang berplatform di Liverpool, Ibex, yang setelah itu bertukar julukan jadi Wreckage. Ia bermukim sesaat di suatu kondominium di atas kafe di Liverpool, The Dovedale Towers. Kala band ini kandas buat maju, ia berasosiasi bersama band lain, Sour Milk Sea, namun di dini tahun 1970 tim ini bubar pula.

Pada bulan April 1970, Mercury berasosiasi bersama player gitar Brian May serta player drum Roger Taylor, buat jadi vokalis penting di band mereka yang bernama Smile. Player bass John Deacon berasosiasi bersama mereka pada tahun 1971. Walaupun terdapatnya keberatan dari badan lain serta Trident Studios, manajemen dini band, Mercury memilah julukan” Queen” buat band terkini ini. Ia setelah itu mengatakan,” Nyata amat agung, serta kedengarannya bagus. Itu julukan yang kokoh, amat umum serta langsung. Saya pasti siuman hendak konotasi gay, tetapi itu cuma satu bagian saja.” Di dekat durasi yang serupa, ia mengubah julukan belakangnya, Bulsara, jadi Mercury. Tidak lama saat sebelum luncurkan dari album awal bertajuk serupa semacam julukan band mereka, Mercury merancang logo band ini, diketahui selaku” Queen crest”. Logo ini mencampurkan ciri zodiak dari 4 badan band: 2 raja hutan buat Deacon serta Taylor( ciri Leo), seekor ketam buat bulan Mei( Cancer), serta 2 batari buat Bintang uterid( Kanya). Raja hutan merangkul graf Q yang dimodifikasi, ketam bertumpu di atas pesan dengan api yang naik langsung di atasnya, serta batari tiap- tiap bersembunyi di dasar raja hutan. Terdapat pula suatu kekuasaan di dalam Q serta semua logo yang dibayangi oleh phoenix yang amat besar. Ikon Queen ini mempunyai kesamaan dengan Ikon Britania Raya, paling utama dengan para pendukung yang berbentuk raja hutan.

Walaupun suara dikala Mercury berdialog terdapat di kisaran bariton, ia menyanyikan beberapa besar lagu dalam kisaran tenor. Bentang vokalnya mempunyai bentang dari bass F kecil( F2) hingga Soprano F besar( F6). Ia dapat bersenandung sampai tenor besar F( F5). Pengarang memoar bernama David Bret melukiskan suaranya selaku” meninggi dalam sebagian batangan dari daya, serak- serak batu ke tenor yang halus serta bergairah, setelah itu ke coloratura yang bersuara besar, sempurna, asli serta kristal di asal.” Biduan soprano berkebangsaan Spanyol bernama Montserrat Caballé, yang bersama Mercury merekam suatu album, melaporkan pendapatnya kalau” perbandingan antara Freddie serta nyaris seluruh rock yang lain bintang merupakan kalau ia menjual suara”. Ia meningkatkan,

Tekniknya amat mencengangkan. Tidak permasalahan dengan tempo, ia bersenandung dengan aksen yang runcing, penempatan vokalnya amat baik serta ia bisa meluncur dengan gampang dari tingkatan bunyi ke yang lain. Ia pula mempunyai musikalitas yang hebat. Ungkapannya lembut, lembut serta manis ataupun aktif serta membanting. Ia bisa menciptakan warna yang pas ataupun gradasi ekspresif buat tiap tutur.

Biduan penting dari The World Health Organization Roger Daltrey mengatakan Mercury” biduan rock n roll serta pakar player perlengkapan nada terbaik sejauh era. Ia dapat menyanyikan apapun dengan style apapun. Ia dapat mengganti gayanya dari tema ke tema, Astaga, itu merupakan suatu seni. Serta ia pula amat pintar hendak perihal itu.”

Suatu regu periset melaksanakan riset pada tahun 2016 buat menguasai energi raih di balik suara Merkury. Dipandu oleh Guru besar Christian Herbst, regu ini mengenali vibrato yang lebih kilat serta pemakaian subharmonik selaku karakter istimewa dari suara Merkury, paling utama dibanding dengan biduan opera, serta mengkonfirmasi capaian bunyi dari F# 2 ke G5( lebih dari 3 oktaf) namun tidak bisa mengkonfirmasi klaim kisaran 4- oktaf. Regu periset menekuni ilustrasi bunyi dari 23 rekaman Queen yang ada dengan cara menguntungkan, buatan solonya, serta serangkaian tanya jawab Mercury. Mereka pula memakai kamera film endoskopi buat menekuni biduan rock yang dibawa masuk buat menjiplak suara bersenandung Mercury.

Baca Juga : Grup Talking Heads Band Rock Yang Terbentuk Ditahun 1975

Mercury menulis 10 dari 17 lagu di album bertajuk Queen Greatest Hits:” Bohemian Rhapsody”,” Seven Seas of Rhye”,” Killer Queen”,” Somebody to Love”,” Good Old- Fashioned Lover Boy”,” We Are the Champions”,” Bicycle Race”,” Dont Stop Me Now”,” Crazy Little Thing Called Love” serta” Play The Permainan”. Pada tahun 2003 Mercury dengan cara anumerta dimasukkan kedalam Songwriters Hall of Fame, serta pada tahun 2005 ia dengan cara anumerta dianugerahi suatu Ivor Novello Award selaku Outstanding Song Collection dari British Academy of Songwriters, Composers and Authors.

Pandangan yang sangat muncul dari lagunya mengaitkan bermacam gerakan yang ia maanfaatkan, yang melingkupi, antara lain, rockabilly, rock liberal, heavy logam, gospel serta disko. Semacam yang telah ia jelaskan dalam suatu tanya jawab pada tahun 1986,” Saya benci melaksanakan perihal yang serupa lagi, lagi, serta lagi. Saya mau memandang apa yang terjalin saat ini dalam nada, film serta pentas serta mencampurkan seluruh itu”. Dibanding dengan banyak pengarang lagu terkenal, Mercury pula mengarah buat menulis modul nada lingkungan. Misalnya,” Bohemian Rhapsody” merupakan asiklik dalam bentuk serta terdiri dari puluhan akord. Ia pula menulis 6 lagu dari album bertajuk Queen II yang berkaitan dengan sebagian pergantian kunci serta modul yang kompleks.” Crazy Little Thing Called Love”, di bagian lain, cuma bermuatan sebagian akord. Terbebas dari realitas kalau Mercury kerap menulis keserasian yang amat kompleks, ia pula berterus terang kalau ia nyaris tidak dapat membaca nada. Ia menulis beberapa besar lagu- lagunya di piano serta memakai bermacam berbagai ciri kunci yang berlainan.

Selaku anak kecil di India, Mercury menyambut penataran pembibitan piano dengan cara resmi hingga umur 9 tahun. Setelah itu, kala bermukim di London, ia berlatih gitar. Beberapa besar nada yang ia senang merupakan gitar- berorientasi: bintang film favoritnya pada dikala itu merupakan The World Health Organization, The Beatles, Jimi Hendrix, David Bowie, serta Led Zeppelin. Ia kerap mencacat diri sendiri mengenai keterampilannya pada kedua instrumen ini serta dari dini tahun 1980- an serta berikutnya mulai ensiklopedis memakai player keyboard pengunjung. Sangat diketahui, ia memohon Fred Mandel( musisi Kanada yang pula bertugas buat Pink Floyd, Elton John serta Supertramp) buat cetak biru solo pertamanya. Dari tahun 1982 Mercury bekerja sama bersama Morgan Fisher( tampak bersama Queen di konser Hot Ruang), serta dari tahun 1985 serta berikutnya Mercury bekerja sama bersama Mike Moran( di sanggar) serta Spike Edney( di konser).

Mercury main piano di banyak lagu Queen yang sangat terkenal, tercantum” Killer Queen”,” Bohemian Rhapsody”,” Good Old Fashioned Lover Boy”,” We Are the Champions”,” Somebody To Love” serta” Dont Stop Me Now”. Ia memakai piano besar yang lazim dipakai pada dikala konser serta, terkadang, instrumen keyboard yang lain semacam harpsichord. Dari tahun 1980 serta berikutnya, ia pula kerap memakai synthesizer di sanggar. Gitaris Queen, Brian May, mengklaim kalau Mercury tidak terkesan dengan kemampuannya sendiri di piano serta instrumen yang dipakai sebab ia mau bepergian di atas pentas serta menghibur pemirsa. Walaupun ia menulis banyak baris buat gitar, Mercury cuma mempunyai keahlian dasar pada instrumen ini. Lagu- lagu semacam” Ogre Battle” serta” Crazy Little Thing Called Love” digubah di gitar;” Crazy Little Thing Called Love” menunjukkan Mercury main gitar di pentas serta di sanggar.

Tidak hanya ciptaannya dengan Queen, Mercury menghasilkan 2 album solo serta sebagian single. Walaupun buatan solonya tidak berhasil dengan cara menguntungkan dibanding mayoritas album Queen, 2 album non- Queen serta sebagian single debutnya terdapat di 10 besar di UK Music Charts. Buatan solo pertamanya diawali pada tahun 1972 dibawah julukan pentas Larry Lurex, kala teknisi rumah dari Trident Studios bernama Robin Geoffrey Cable lagi bertugas di cetak biru nada, pada dikala itu kala Queen merekam album debut mereka; Cable memohon Mercury buat bersenandung selaku bunyi penting buat lagu bertajuk” I Can Hear Music” serta” Goin Back”, keduanya diluncurkan selaku single pada tahun 1973. Sebelas tahun setelah itu, Mercury berkontribusi di remix lagu oleh Richard” Wolfie” Wolf dari lagu Mercury yang bertajuk” Love Kills”, dipakai di akhir kepala karangan film buat National Lampoon bertajuk Loaded Weapon 1. Lagu ini awal mulanya direkam pada tahun 1984, serta dimasukkan ke dalam lagu kerangka buat restorasi dari film Fritz Lang tahun 1927 bertajuk Metropolis. Awal ditulis oleh Giorgio Moroder serta bekerja sama dengan Mercury, serta dibuat oleh Moroder serta Mack,” Love Kills” debut di no 10 di UK Singles Chart. Mack pula menciptakan single tahun 1987 bertajuk” Hold On” yang mana Mercuri rekam dengan aktris bernama Jo Dare buat drama kelakuan Jerman, Zabou.

2 album penuh Mercury diluar dari band merupakan Mr. Bad Guy( 1985) serta Barcelona( 1988). Album pertamanya, Mr. Bad Guy, debut di 10 besar di UK Album Charts.[56] Pada tahun 1993, suatu remix dari” Living on My Own”, suatu single dari album ini, dengan cara anumerta terletak di no satu di UK Singles Charts. Lagu ini pula dengan cara anumerta membuat Mercury menemukan Ivor Novello Award dari British Academy of Songwriters, Composers and Authors. Komentator dari Allmusic, Eduardo Rivadavia, melukiskan Mr. Bad Guy selaku” luar lazim dari dini sampai akhir” serta mengekspresikan pemikirannya kalau Mercury” melaksanakan profesi yang baik ialah meluaskan ke area yang belum dipetakan”. Dengan cara spesial, album ini amat digerakkan oleh synthesizer dengan metode yang bukan karakter dari album Queen tadinya.

Album keduanya, Barcelona, direkam bersama biduan soprano berkebangsaan Spanyol bernama Montserrat Caballé, mengombinasikan bagian dari nada terkenal serta opera. Banyak komentator tidak percaya apa yang terbuat album ini; satu menyebutnya selaku” CD sangat abnormal tahun ini”. Album ini menemukan berhasil menguntungkan, serta lagu yang bertajuk serupa semacam kepala karangan album debut di Nomor. 8 di Inggris serta pula jadi hit di Spanyol. Lagu ini pula diputar megah selaku lagu sah dari Olimpiade Masa Panas 1992( diadakan di Barcelona satu tahun sehabis meninggalnya Mercury). Caballé menyanyikan lagu itu dengan cara langsung di awal dari Olimpiade ini serta bagian Mercury dimainkan di layar, serta lagi dikala hendak dimulainya Akhir Aliansi Champions UEFA 1999 antara Manchester United serta Bayern Munich di Barcelona.

Selaku bonus dari 2 album solonya, Mercury mengeluarkan sebagian single, tercantum versinya dari lagu hit bertajuk” The Great Pretender” oleh the Platters, yang debut di Nomor. 5 di Inggris pada tahun 1987.[56] Pada bulan September 2006 suatu album kumpulan yang menunjukkan buatan solo Mercury diluncurkan di Inggris selaku hidmat balik tahunnya yang sepatutnya ke- 60 tahun. Album ini debut di 10 besar di Inggris.

Pada tahun 1981- 1983, Mercury merekam sebagian lagu dengan Michael Jackson, tercantum demo bertajuk” State of Shock”,” Victory” serta” There Must Be More to Life Than This”. Tidak satu juga dari kerja sama itu sah diluncurkan, walaupun rekaman bajakan terdapat. Jackson setelah itu merekam” State of Shock” bersama Mick Jagger buat album The Jacksons bertajuk Victory. Mercury merekam tipe solo dari” There Must Be More To Life Than This” dalam albumnya yang bertajuk Mr. Bad Guy.” There Must Be More to Life Than This” setelah itu digarap kemabli oleh Queen serta diluncurkan dalam album kumpulan mereka, Queen Forever pada tahun 2014.

Selaku bonus bertugas dengan Michael Jackson, Mercury serta Roger Taylor bersenandung di lagu penting buat luncurkan sanggar dari Billy Squier tahun 1982, Emotions in Motion, serta setelah itu berkontribusi pada 2 lagu yang luncurkan tahun 1986 kepunyaan Squier, Enough Is Enough, mengamalkan bunyi dalam” Love is the Hero” serta menata nada dalam” Lady With a Tenor Sax”

Author: votewf